Kisah Budhe Nanik

 Liburan sekolah tahun yang lalu tepatnya awal Juli 2023 senang sekali saya bersama Abah, Ibuk, Kak Ilham dan Budhe Acy berkunjung ke rumah Budhe Nanik di Kota Purwakarta Jawa Barat. Sudah bertahun2 lamanya kami tidak berkunjung ke rumah Budhe Nanik. Tapi kata Abah liburan tahun ini harus berkunjung karena Budhe Nanik sudah setaun ini di diagnosa oleh Dokter menderita kanker. 


     Kami naik mobil berlima berangkat dari Tulungagung jam 21.00 WIB. Wah rupanya jauh sekali Purwakarta itu. Melawati jalan TOL seperti tidak ada habisnya. Setiap 2 atau 3 jam sekali Abah istirahat dari nyopir dgn tujuan untuk mendinginkan mesin mobil. Ibuku lantas membeli makanan dan minuman. Ibuku membeli CFC dan teh pucuk. Rupanya toko2 rest area itu buka terus selama 24 jam. 


     Tak terasa waktu sudah menjelang Subuh. Abah istirahat kembali di rest area. Kita semua bergiliran menunaikan sholat subuh. Wah rupanya rest area jalan TOL itu memiliki fasilitas yang sangat komplit. Selain toko2 makanan dan minuman, bahkan juga Toko Souvenir, ternyata juga selalu dilengkapi dengan Masjid/Mushola. Tentu saja berikut kamar mandi nya. Ibuku ini yang selalu minta sering berhenti karena Bliau penderita Diabetes sehingga sering merasa kebelet pipis. 


     Singkat cerita jam 07.00 WIB sampailah kita di Kota Purwakarta. Disambut oleh Budhe Nanik, Pakdhe Huttamat, Mbak Billa, Mas Vendra berikut kucing2nya. Setelah mandi kita semua dijamu sarapan pagi sembari ngobrol di meja makan. Wah kurus ya sekarang Budhe Nanik. Ada selang yang tertancap di bawah ketiak, nyambung dengan kantong plastik. Konon untuk membuang cairan dari paru2 yang diproduksi oleh sel kanker. Cairan di kantong plastik itu setiap pagi diukur/ditakar dlu kemudian dicatat, baru boleh dibuang. Catatan tersebut akan diserahkan ke Dokter pada saat kontrol tiba. Ohya kanker yang menyerang Budhe Nanik itu tadinya adalah kanker rahim, kemudian menjalar ke sel paru2 menjadi kanker paru. 


     Kita rencana menginap di rumah Budhe Nanik ini selama seminggu biar 'kateq' temu kangen nya karena jarang ketemu. Apalagi sejak covid melanda Budhe Nanik + keluarga tidak bisa mudik ke Tulungagung. Setelah covid mereda, perjalanan sudah diperbolehkan oleh Pemerintah tapi malah Budhe Nanik yang sakit. 


     Selama di Purwakarta kegiatan Ibuku dan Budhe Acy adalah memasak kan Budhe Nanik menu2 ala ndeso ala2 Eyang Putri (Ibu nya Ibuku) karena Budhe Nanik sepertinya kangen sama Ibunya. Masakan ala Putik (panggilan sayang kita ke Eyang Putri) misal jangan lodeh terong, sambelgoreng tempe, jangan ndog, bisa mengobati rasa rindu akan suasana di kampung Tulungagung, di mana masakan2 tersebut sulit dijumpai di warung2 daerah Jawa Barat. 


    Selain itu Ibuku & Budhe Acy juga menyempatkan ikut mendampingi Budhe Nanik untuk kontrol di Rumah Sakit Kanker di Jakarta, namanya RS Dharmais. Rumah Sakit ini khusus untuk penderita Kanker untuk rujukan smua pasien Kanker seluruh Indonesia. Di RS ini rencana Budhe Nanik akan melakukan kemo sebagai tetapi kanker. 


     Tak terasa tibalah saatnya kami pulang. Liburan sudah usai. Sebentar lagi masuk sekolah. Kami berpamitan, bersalaman, berpelukan, dengan teriring doa smoga Budhe Nanik segera diberikan kesembuhan. 


     Tibalah akhir Juli kita dikabari kalau Budhe Nanik minta didoakan akan menjalani kemo. Selama kemo Pakdhe Huttamat selalu mengabari. Ternyata rupanya kemo itu sakit sekali. Pakde mengabari bahwa kondisi Budhe Nanik semakin drop, kemudian tibalah saatnya kami mendengar bahwa Budhe Nanik kakaknya ibuku yg mbarep berpulang ke Haribaan Allah SWT pada tanggal 05 Agustus 2023. 


     Belum ada sebulan kami berlibur ke Purwakarta, kami harus balik lagi ke Purwakarta untuk mengantarkan Budhe Nanik ke peristirahatan yang terakhir. Kali ini kami berada di Purwakarta juga seminggu lagi karena menunggu sampe Yasin Tahlil hari ke7. Sebenarnya Agustus ini Sekolah Al Azhaar sudah aktif masuk tapi saya minta ijin kepada Ustadzah Sofi dan diperbolehkan karena kondisi yang penting. 



     Selamat jalan Budhe Nanik. Beristirahat dengan tenang di Sisi-NYA. Husnul Khatimah. Aamiin YRA

Komentar